Ada Perang Tela di Festival Tela Indonesia

Published Selasa, 09 Agustus 2011


Sekitar seratus orang  yang terbagi dalam dua kelompok terlibat perang tela di Alun-alun Sewandanan Pakualam, Sabtu (16/7). Perang Tela ini merupakan bagian dari Festival Tela Indonesia (FTI) yang digelar Cakra Tela, produsen makanan roti berbahan ketela.


Suasana perang tela dalam Festival Tela Indonesia di Alun-Alun Sewandanan Puro Pakualaman, Sabtu (16/7).Selain perang tela, beberapa kegiatan juga diselenggarakan dalam Festival Tela Indonesia pada hari pertama penyelenggaraan festival.
Antara lain lomba kreatifitas mewarnai anak TK/PAUD, Lomba Menggambar anak SD, Demo Masak, fashion show anak.
Kegiatan lain yaitu lomba makan tiwul tercepat, lomba fotografi dan dokumenter dan Parade Duta Cokro meramaikan event FTI yang berlangsung hingga Minggu (17/7).
Perang Tela (Cassava War) dalam FTIdiimplementasikan dalam perang tela dan tepung singkong antaranggota masyarakat.
Hal ini merupakan simbolisasi  perjuangan untuk menggunakan produk-produk berbahan baku pangan lokal. “Saya mengharapkan ada pengurangan produk pangan yang bahan bakunya harus diimport supaya ketahanan pangan Indonesia terjamin,” kata Firmansyah, pemilik Cakra Tela .
Sebagai kota produsen singkong yang besar di Jawa, Yogyakarta memiliki singkong yang sangat mudah ditemui dan melimpah. Yogyakarta bisa menjadi sentral pangan lokal, khususnya tela.
“Ini akan menjadi salah satu solusi untuk ketahanan pangan nasional, maka setidaknya singkong harus diperkenalkan sebagai bahan pangan yang memiliki keunggulan cita rasa dan kandungan gizi,” tambah Firman.
Perang tela ini juga merupakan gerakan bersama untuk memulai memberdayakan dan mengggunakan produk pangan berbau lokal. “Semoga ini menjadi ikon event pariwisata JOgja yang mendatangkan banyak wisatawan local maupun mancanegara,” tutur Firman.
Dalam perang ini, singkong dan tepung singkong yang berhamburan melambangkan tanah yang subur dengan sumber daya pangan yang melimpah. Sebelum peperangan dimulai, pemimpin pertandingan mengucapkan kata-kata semangat dan provokasi untuk kedua kelompok perang. (Jogjanews.com/Anam)